Biokimia I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Biofisik dalam praktikum kali ini mempelajari tentang bobot jenis larutan, tegangan permukaan, dan emulsi. Bobot jenis adalah rasio massa suatu benda atau zat terhadap massa cairan pada volume dan temperatur yang sama dan dinyatakan dalam bentuk desimal sebanyak akurasi yang diperlukan dalam pengukuran.

Tegangan permukaan ialah daya tahan lapisan tipis permukaan suatu cairan terhadap usaha untuk merubah luas permukaan. Untuk melihat adanya tegangan permukaan, dapat menggunakan jarum yang diletakkan pada gelas arloji.

Densitometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur bobot jenis dari suatu cairan. Bobot jenis suatu cairan sangat tergantung dengan zat terlarut pada cairan tersebut. Semakin besar konsentrasi zat terlarut suatu larutan, maka semakin besar pula bobot jenis larutan tersebut.  Pengukuran bobot jenis urine merupakan cara paling mudah dan cepat untuk menentukan konsentrasi urine.

Emulsi adalah suatu suspensi metastabil yang terdiri dari satu atau dua zat dengan yang lainnya tidak saling melarutkan. Emulsi juga merupakan campuran antara partikel suatu zat cair pada saat fase terdispersi dengan zat cair lainnya pada fase pendispersinya. Contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari yaitu susu, mentega, dan sebagainya. Emulsi terdiri dari tiga komponen yaitu fase terdispersi, fase pendispersi, dan fase emulgator. Berdasarkan tipenya emulsi terdiri dari dua yakni emulsi A/M (butiran air terdispersi dalam minyak) dan emulsi M/A (butiran minyak terdispersi dalam air).

Tujuan

Tujuan percobaan kali ini adalah untuk menentukan bobot jenis suatu larutan dengan menggunakan alat densitometer, mengamati perbedaan tegangan permukaan pada berbagai jenis larutan, perbedaan sifat berbagai jenis emulsi dan pengaruh tekanan osmotik pada larutan.

METODE PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum yang bertemakan biofisik dilakukan di Laboratorium Biokimia I, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Waktu pelaksanaannya pada tanggal 19 September 2011 pukul 13.00-16.00 WIB.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan untuk mengukur bobot jenis terdiri dari gelas ukur, termometer, densitometer, hydrometer, sedangkan bahan yang digunakan meliputi, akuades, larutan NaCl 0,3%, NaCl 0,9%, NaCL 5%, glukosa 5%, air kelapa, air kran, dan larutan albumin 1 %.

Alat yang digunakan untuk menentukan tegangan permukaan yaitu gelas arloji, jarum, dan pipet tetes. Sedangkan bahan yang digunakan di antaranya akuades, cairan empedu, air kelapa, air sungai, dan larutan detergen.

Alat yang digunakan untuk percobaan emulsi ialah mikroskop, tabung reaksi, pipet volumetrik, dan pipet tetes. Sedangkan untuk bahan terdiri dari air, minyak kelapa, gum arab, sabun, susu, margarin, dan sudan merah.

Prosedur Percobaan

Pada pengamatan tegangan permukaan cairan alamiah dilakukan dengan menggunakan jarum pada gelas arloji. Jarum dimasukkan ke dalam gelas arloji lalu diisi dengan akuades setelah itu amati, apakah jarum tersebut terapung atau tenggelam. Larutan tersebut bergantian dengan aquades, cairan empedu, air kelapa, air keran, dan larutan deterjen.

Pada pengamatan jumlah tetesan dan tegangan pemukaan, dilakukan dengan menghitung jumlah tetesan dari 1ml cairan, cairan tersebut diambil dengan menggunakan pipet yang dipegang lurus lalu diteteskan sampai cairan tersebut habis dalam pipet, cairan tersebut berupa larutan NaCl 20%, alkohol, minyak mineral dan air sabun.

Pada pengamatan bobot jenis urin manusia dilakukan dengan mengukur suhu urin pada gelas ukur dengan termometer, lalu ukur berat jenisnya dengan menggunakan hidrometer.

Tambahan

Pada percobaan menentukan tegangan permukaan suatu cairan alamiah, didapatkan bahwa jarum yang diberikan cairan tertentu pada gelas arloji akan mengalami perbedaan. Tegangan permukaan pada jarum yang diberikan akuades, air kelapa, dan air sungai menunjukkan bahwa jarum terapung. Sedangkan pada jarum yang diberikan cairan empedu dan detergen menunjukkan bahwa jarum tenggelam Hal itu terjadi karena kedua cairan ini mengandung zat emulgator yang berfungsi menurunkan tegangan permukan zat cair  sehingga jarum tenggelam.

Berdasarkan pengamatan berbagai jenis emulsi, didapatkan bahwa emulsi minyak dan sabun tidak stabil, sedangkan emulsi minyak dan air, minyak dan gum arab, margarin, dan susu bersifat stabil. Tipe emulsi pada minyak dan air, minyak dan sabun, minyak dan gum arab, serta susu adalah oil in water. Sedangkan margarin adalah water in oil. Media pendispersi margarin adalah minyak sedangkan emulsi lainnya adalah air. Dengan demikian media terdispersi untuk emulsi lain adalah minyak.

Selanjutnya, pengukuran bobot jenis urine dengan menggunakan densitometer.  Pengukuran bobot jenis urine merupakan cara paling mudah dan cepat untuk menentukan konsentrasi urine. Bobot jenis urine dapat meningkat saat terjadi pemekatan akibat kekurangan cairan dan menurun saat tubuh kelebihan cairan. Nilai bobot jenis urine normal adalah 1,005 g/ml sampai 1,030 g/ml (biasanya 1,010g/ml sampai 1,025g/ml). Bobot jenis urine juga meningkat saat terdapat glukosa dalam urine.

Sifat-sifat yang digunakan untuk menentukan jenis emulsi yaitu demulsifikasi, sedimentasi, dan pengenceran. Pada demulsifikasi, kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemanasan, proses sentrifugasi, pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengemulsi. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air, apabila kestabilan emulsi ini rusak,maka partikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak; apabila kestabilan emulsi ini rusak, maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penambahan elektrolit untuk memisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH₃COOH). Sifat selanjutnya ialah pengenceran, yakni dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat diencerkan. Sebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi.

Kemudian, fungsi bahan yang digunakan pada praktikum biofisik 1 ini yaitu sudan merah berfungsi sebagai pewarna yang mewarnai minyak, contohnya emulsi. Gum Arab berfungsi untuk mendorong pembentukan emulsi lemak dan mencegah kristalisasi gula. Detergen atau sabun digunakan untuk menstabilkan air dan minyak yang merupakan larutan yang tidak stabil. Adapun penggolongan tipe emulsi dalam biofisik 1 dibagi menjadi dua yaitu tipe W/O (emulsi yang terdiri dari butiran air yang tersebar dalam minyak, air berfungsi sebagai fase internal dan minyak sebagai fase eksternal) dan tipe emulsi O/W (emulsi yang terdiri dari butiran minyak yang tersebar kedalam air).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s