Teknik Pemindahan Mikrobe

TEKNIK PEMINDAHAN BIAKAN MIKROBE SECARA ASEPTIK

  • Tujuan : Mempelajari teknik penyiapan lekapan basah dan tetes gantung untuk mengamati berbagai macam mikroorganisme hidup di bawah mikroskop.
  • Hasil Pengamatan :

Tabel Hasil Pengamatan Mikrobe

Media

Perlakuan

Hasil

Nutrient broth Nutrient agar-nutrient broth Bening-bening (tidak berhasil)
Nutrient agar Nutrient broth Bening-bening (tidak berhasil
Agar miring Serratia marcescens Serratia marcescens- nutrient agar  Tidak tumbuh bakteri
  • Pembahasan

Media yang diamati pada praktikum ini ialah nutrient broth (NB), nutrient agar (NA), dan Serratia marcescens yang terdapat pada tabung reaksi. Masing-masing tabung terdiri dari tiga buah NB, satu buah NA , dan biakan agar miring Serratia marcescens sebanyak satu buah. Pertama, tabung reaksi yang berisi nutrient broth diambil sedikit  dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi nutrient both yang lain. Kedua, tabung reaksi nutrient agar diambil sedikit dan dimsukkan ke dalam larutan nutrient broth. Ketiga, tabung Serratia marcescens diambil sedikit dan dimasukkan ke dalam larutan nutrient agar. Masing-masing tabung yang berisikan larutan tersebut dipindahkan ke tabung lain dengan cara pemindahan bakteri secara aseptik.

Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau yang dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat- alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar- benar steril. Hal ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi, yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1990). Teknik pemindahan bakteri secara aseptik terdiri dari dua macam yakni konvensional dan modern. Teknik aseptik konvensional ialah sterilisasi secara fisik yang dilakukan dengan pemanasan (membakar alat pada api), dimana kawat yang akan digunakan untuk mengambil larutan ataupun agar miring dibakar serta mulut tabung reaksi pun dipanaskan agar bakteri yang diamati tetap terjaga agar tidak terkontaminasi bakteri lain. Serta  Teknik modern yakni laminar flow dengan menggunakan alat-alat yang steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Laminar air flow cabinet biasanya disteriliasi permukaan dengan 70% alcohol. Selain itu, digunakan sebagai ruangan untuk pengerjaan secara aseptis. Prinsip penaseptisan suatu ruangan berdasarkan aliran udara keluar dengan kontaminasi udara dapat diminimalkan.

Serratia marcescens adalah suatu jenis bakteri gram negatif dari family enterobacteriaceae. Bakteri ini berbentuk basil (bulat lonjong) dan beberapa galur membentuk kapsul, termasuk organisme yang bergerak dengan cepat (motil) karena mempunyai flagela peritrik, dapat tumbuh dalam kisaran suhu 5˚C – 40˚C dan dalam kisaran pH antara 5-9. Koloni Serratia marcescens pada media agar biasa tidak terbedakan pada hari pertama atau hari kedua dan kemudian mungkin berkembang menjadi cembung. Pada suhu kamar, bakteri patogen ini menghasilkan zat warna (pigmen) merah.Bakteri ini jenis fakultatif anaerobik yang tidak terlalu membutuhkan oksigen. Serratia marcescens banyak ditemukan di alam terutama di air dan tanah, tetapi beberapa terdapat dalam usus manusia. Penularannya melalui kontak langsung, tetesan dan dalam beberapa kasus ditemukan tumbuh pada saluran kencing, pada larutan garam, dan dalam larutan lain yang semula diduga steril.

Pada pengamatan ini pemindahan biakan mikrob secara aseptik kelompok kami mengalami kegagalan. Pertama, bakteri yang ada pada tabung reaksi NA yang dimasukkan agar miring tidak tumbuh. Kedua, tabung reaksi NB yang dimasukkan NA berwarna bening-bening yang seharusnya bening-keruh. Akan tetapi, berbeda hal pada tabung NB, warna yang terlihat ialah bening dan dapat dikatakan berhasil. Faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan ini ialah adanya kesalahan teknik dalam pemindahan bakteri dari satu media ke media lain, kurangnya waktu inkubasi, dan pengambilan bakteri yang sangat sedikit atau bahkan tidak terambil.

 

  • Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang menunjukkan bahwa pemindahan bakteri secara aseptik harus dilakukan dengan hati-hati agar bakteri yang akan diamati tidak terkontaminan dengan bakteri dari luar sehingga biakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar- benar biakan murni. Dalam hal ini, pemindahan bakteri secara aseptik pada kelompok kami mengalami kegagalan. Faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan dalam percobaan ini ialah adanya kesalahan teknik pada waktu pemindahan bakteri, kurangnya waktu inkubasi, dan pengambilan bakteri yang sangat sedit atau bahkan tidak terambil.

  • Daftar Pustaka

[Anonim].2008.http://www.commtechlab.msu.edu/sites/dlcme/(28 september 2011).

www.zoo/microbes/serratia.html (28 september 2011).

Pelczar, Michael J. 1988.Dasar-Dasar Mikrobiologi, 954. Jakarta: UI press.

Hadioetomo, Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

http://www.fp.unud.ac.id/biotek/kultur-jaringan-tanaman/10-fasilitas-dan-teknik-untuk-kultur-jaringan-tanaman/(29 september 2011)

About these ads

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 166 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: