Ekosistem Perairan Menggenang

KARAKTERISTIK  EKOSISTEM  PERAIRAN MENGALIR

(Studi kasus: Sungai Cihideung, Bogor)

Kelompok 15*

ABSTRAK

Praktikum ekosistem perairan mengalir dilaksanakan pada hari minggu tanggal 2 Oktober 2011 pada pukul 07.00-11.00, untuk mengetahui karakteristik di perairan mengalir. Praktikum ini dilakukan di sungai Cihideung, Bogor. Praktikum dilakukan dengan metode sampling, sampling dilakukan pada tiga sub stasiun yang berbeda dengan parameter yaitu parameter fisika, parameter biologi, dan parameter kimia. Parameter fisika dilakukan dengan cara mengukur suhu, kedalaman, kecerahan, dan kecepatan arus perairan. Kemudian pada parameter biologi, dilakukan pengambilan benthos, plankton, perifiton, neuston, dan nekton. Dan pada parameter kimia dilakukan pengujian tingkat pH. Dari hasil pengambilan sampel diperoleh data kimia dengan nilai pH adalah 6. Dari praktikum ini juga diperoleh data parameter fisika, yaitu suhu untuk masing-masing stasiun dengan rata-rata. . ., kedalaman masing-masing stasiun yang berbeda berkisar antara . . , perairan berwarna cokelat dan kecerahan perairan berkisar . . . Dari parameter biologi diperoleh data benthos, plankton, nekton, neuston, dan perifiton dengan jumlah yang berbeda pada masing-masing substasiun. Hal ini terjadi karena perbedaan kuat arus pada tempat pengambilan sampel.

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Sungai adalah suatu perairan terbuka yang memiliki arus, masih terpengaruh oleh proses-proses yang terjadi di daratan, dan memiliki gradien lingkungan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

Sungai merupakan tempat air mengalir yang berasal dari mata air dan membawa kebutuhan hidup manusia dan berbagai makhluk lain yang dilaluinya, merupakan bagian dari ekosistem air tawar. Selain itu sungai memiliki peranan langsung dalam kehidupan manusia dan makhluk sekitarnya.

Organisme-organisme yang hidup pada habitat air mengalir dikelompokkan menjadi tujuih yaitu organisme yang melekat pada subsrat yang kokokh seperti batu, batang kayu, dan lain sebagainya. Organisme dengan tipe kaitan atau penghisap dan biasanya hidup pada habitat dasar air mengalir yang mempunyai kaitan atau penghisap yang berfungsi untuk berpegangan pada permukaan halus, organisme dengan permukaan bawah yang lengket mampumenempelkan tubuhnya pada suatu subsrat, organisme dengan badan stream line yang akan mengakibatkan tekanan minimun dari arus air yang melewatinya, organisme dengan badan yang pipih yang memungkinkannya berlindung di bawah atau di celah-celah batu, organisme Thigmotaxis positif yang mempunyai pola tingkah laku yang diturunkan untuk melekat di dekat permukaan atau menjaga diri agar tetap dekat dengan permukaan.

Pada praktikum ini diambil sampel dari sungai Cihideung, Bogor. Sungai Cihideung yang merupakan perairan mengalir yang memiliki faktor-faktor yang berpengaruh berdasarkan literatur meliputi suhu, kejernihan, arus, konsentrasi gas pernapasan, dan konsentrasi garam biogenik. Dalam praktikum ini, arus merupakan faktor yang paling mengendalikan dan merupakan faktor pembatas di aliran air (E. P. Odum, 1998).

Praktikum yang dilakukan pada perairan mengalir ini dilatarbelakangi pentingnya peranan sungai lewat ekosistem kehidupan. Selain itu mengajak mahasiswa agar peduli terhadap kebersihan dan kelestarian ekosistem perairan mengalir demi keseimbangan ekosistem itu sendiri.

1.2              Tujuan

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempelajari komponen-komponen penyusun ekosistem perairan mengalir, serta mempelajari interksi dan hubungan timbal balik antar komponen penyusun ekosistem tersebut. Selain itu dipelajari juga pengaruh lingkungan terhadap komponen penyusun ekosistem terutama terhadap keanekaragaman biota di dalamnya.

BAHAN DAN METODE

Praktikum ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 2 Oktober 2011 pada pukul 07-00-11.00. Alat-alat yang digunakan pada praktikum ialah transek kuadrat, secchi disc, pipa paralon, plankton net, botol film, saringan ikan, garet gelang, plastik kiloan, tali rafia, spidol permanen, termometer, kertas label, cutter atau sikat gigi, bola pingpong, tali kasur, surber, stopwatch, dan ember. Kemudian bahan-bahan yang digunakan yaitu akuades, lugol, formalin, dan indikator pH.

Transek kuadrat digunakan untuk membatasi stasiun pengambilan sampel dengan cara diletakkan di permukaan perairan yang akan diambil sampelnya. Secchi disc digunakan untuk mengukur kecerajhan dengan membenamkan alat ini ke dalam air dan menariknya kembali. Pipa paralon digunakan untuk mengukur kedalaman pada masing-masing stasiun dengan menancapkan paralon pada dasar masing-masing stasiun. Botol film digunakan untuk menyimpan masing-masing sampel yang diperoleh. Plankton net digunakan untuk menyaring air yang bertujuan untuk mendapatkan sampel plankton dengan mengingatkan botol film pada dasar plankton net. Spidol digunakan untuk menandai botol sampel. Karet gelang digunakan untuk mengikat botol sampel pada plankton net saat pengambilan sampel, agar botol sampel tidak terjatuh. Sikat gigi atau cutter digunakan untuk mengambil sampel perifiton yang melekat pada batuan atau daun yang berasal dari dasar danau dan termometer yang digunakan untuk mengukur suhu perairan. Bola pingpong digunakan sebagai alat untuk melihat kecepatan arus. Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu yang diperlukan bola pingpong dalam jarak 1 m. Surber digunakan untuk mengambiul benthos di dasar perairan.

PENGAMBILAN SAMPEL

Peraktikum ekologi perairan dilakukan dengan beberapa parameter fisika,kimia,biologi.Pertama,parameter fisika.Suhu di stasiun satu diukur dengan menggunakan termometer.Termometer yang dimasukkan ke dalam perairan ± 5 menit,suhu yang tertera pada termometer dicatat tanpa mengangkat termometer dari perairan.Kedalaman perairan diukur dengan cara menancapkan paralon berskala dengan diameter 3,5 inchi pada dasar perairan,kemudian kedalaman dicatat sesuai denganskala yang tertera pada paralon.Kecerahan perairan dilihat dengan memasukkan secchi disk ke dalam perairan/kedalaman dicatat pada saat secchi disk mulai tidak tampak warna putihnya secara visual (D1),secchi disk dibiarkan sampai pada dasar perairan.Kemudian secchi disk ditarik kepermukaan perairan,kedalaman dicatat pada saat warna hitam pada secchi disk mulai dilihat (D2).Warna perairan diamati secara visual kemudian dicatat warna perairan yang terlihat.Masing-masing pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali pada titik pengamatan yang berbeda.

Parameter kimia,pH yang terkandung pada sungai Cihideung diukur dengan cara kertas pH dimasukkan kedalam perairan beberapa saat,kemudian kertas pH dikeluarkan dan dicocokkan dengan warna yang ada pada kotak pH.

Parameter biologi yang diamati adalah plankton,benthos,perifiton,neuston,dan nekton.Plankton didapat dengan cara menyaring air sebanyak 10X dengan menggunakan ember berukuran 10 L ke dalam mulut plakton net.Hasil saringan plankton net dituangkan ke dalam botol sampel (botol film dengan volume 30 ml).Hasil yang diperoleh diberi lugol secukupnya.Plankton yang didapat diamati dengan mikroskop.Pengmbilan data benthos dilakukan pada dasar sungai dengan cara mengaduk-aduk subsrat bagian bawah sungai sehingga benthos dapat masuk ke dalam surber. Letakkan surber pada dasar sungai yang relatif tidak bergelombang. Mulut bukaan surber menghadap arah arus yang berlawanan. Hasil saringan diletakkan pada plastik dan diawetkan dengan formalin. Perifiton didapatkan dengan cara mengambil batu yang ada di dasar perairan, kemudian dikerik bagian permukaannya dengan menggunakan sikat gigi. Pengerikan dilakukan pada sampel dengan ukuran 2 x 2 cm², hasil kerikan dimasukkan ke dalam botol sampel yang diberi akuades dan ditambahkan lugol. Hasil perifiton tersebut diidentifikasi. Neuston didapatkan di atas permukaan air kemudian dimasukkan ke dalam plastik untuk diidentifikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s