Kuantitasi Mikrobe, Penyiapan Olesan Bakteri, dan Pewarnaan Sederhana

Kuantitasi Mikrobe, Penyiapan Olesan Bakteri, dan Pewarnaan Sederhana

Tujuan: 1) Kuantitasi mikrobe bertujuan mengenal konstruksi hemasitometer dan menggunakannya untuk menghitung khamir dengan bantuan mikroskop.

2) Penyiapan olesan bakteri bertujuan untuk mempelajari cara penyiapan olesan bakteri dengan baik sebagai prayarat bagi berbagai macam pewarnaan.

3) Pewarnaan sederhana bertujuan mempelajari kegunaan pewarnaan untuk mempertinggi kontras antara sel dan sekelilingnya dan mengamati cirri-ciri tertentu mikrobe.

Hasil Pengamatan:

            Bacillus subtilis     (gambar)                                                                                  Saccharomyces cerevisiae dalam hemasitometer (gambar)

                                                       

                                                                                                    Sterptococcus aureus (gambar)


Bakteri yang dihitung hanya pada kotak yang berada di bagian tengah hemasitometer dan diambil pada lima sudut pandang.

SD 1 = 27, SD 2 = 28, SD 3 = 26, SD 4 = 24, SD 5 = 21. Jadi, jumlah total bakteri yang dihitung ada 126 sel bakteri.

Penghitungan jumlah bakteri:

0,2 mm2 = 126 sel

1 mm2 = 630 sel

0,1 mm3 = 6300 sel

cm3 = 6300 sel

1 cm3 = 6.3 x 106 sel

Jadi jumlah sel ada 6.3 x 106 sel / mL.

 

Pembahasan

Ada dua macam pengukuran kuantitas populasi mikroba dalam penelaahan mikrobiologis yaitu penentuan jumlah sel dan penentuan massa sel. Pengukuran jumlah sel biasanya pada mikroorganisme bersel tunggal, sedangkan penentuan massa sel dilakukan pada organisme bersel tunggal serta organisme berfilamen. Ada beberapa cara menetukan jumlah sel yaitu hitungan cawan, hitungan mikroskopi langsung atau penghitungan coulter sedangkan untuk menghitung massa sel umumnya digunakan pengukuran kekeruhan suspensi sel (Hadioetomo 1993).

Pengukuran kuantitasi mikroba dalam praktikum ini menggunakan alat hemasitometer. Hemasitometer disebut juaga kamar hitung digunakan untuk penghitungan mikroskopis secara langsung. Ruangan ini adalah diukir dengan laser-grid tergores garis tegak lurus. Menggunakan hemositometer untuk menghitung hasil bakteri dalam jumlah total karena sulit untuk membedakan antara organisme hidup dan mati. Kelemahan lainnya adalah sulitnya menghitung sel yang berukuran sangat kecil, ketebalan hemasitometer tidak memungkinkan digunakannya lensa objektif celup minyak. Namun, penggunaan alat ini tidak memerlukan waktu lama dan tidak banyak memerlukan perlatan lain.

Penyiapan olesan bakteri dilakukan pada Staphylococcus aureus dan Bacillus sp. Penyiapan olesan bakteri harus tepat agar dapat diamatai dan dapat diwarnai dengan tepat pada pewarnaan sederhana. Dalam pengamatan ini, Pengolesan bakteri dilakuakan dengan menggunakan lup inokulasi yang dioleskan ke atas kaca objek, selajutnya kaca objek dikeringkan di udara sebelum selanjutnya difiksasai dengan panas. Hal tersebut dilakuakan agar pada saat fiksasi panas, bentuk bakteri tidak akan rusak atau sekan-akan terebus (Suyitno 2004).

Selanjutnya, pewarnaan sederhana. Pewarnaan sederhana dalam praktikum kali ini mengunakan larutan zat warna biru metilen. Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Bakteri yang diidentifikasi pada pewarnaan sederhana menggunakan biru metilen yaitu Bacillus sp dan Staphylococcus aureus. Sifat kimia dan fisika dari biru metilen yaitu mempunyai titik didih 100° C, kepadatan (H20 = 1): 1.02, tekanan uap (mmHg dan temperature): 18mmHg dan 20° C, laju evaporasi ( n-butyl alcohol= 1): 1, kepadatan uap (udara=1): 0.6, dan larut dalam air.

Struktur bakteri yang diamati pada pewarnaan sederhana ialah Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Bakteri Bacillus subtilis berdasarkan pengamatan, bentuknya basil (batang), susunanya tunggal, dan warnanya ungu sedangkan Staphylococcus aureus bentuknya kokus (bulat), susunanya bergerombol, dan warnanya ungu.

Kesimpulan

Kuantitatif mikrobe dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni penghitungan jumlah sel dan massa sel, salah satunya mengunakan alat yaitu hemasitometer. Hemasitometer digunakan untuk hitungan mikroskopis secara langsung. mengamati ciri-ciri tertentu pada bakteri digunakan teknik pewarnaan sederhana dengan biru metilen sebagai zat warnanya Penyiapan olesan bakteri dibutuhkan untuk mengamati ciri-ciri tertentu pada bakteri dengan zat warna biru metilen.

Daftar Pustaka

 Hadioetomo,Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta: Gramedia
Iwanutama. 2008. Pengecatan Sediaan Biologis. http://iwanutama.wordpress.com (diakses tanggal 28 Oktober 2011)
Pelczar, Michael J.1986.Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI press

http://breederkoi.com/article/article_detail.asp?cat=5&id=28 (diakses tanggal 28 Oktober 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s