WELCOME IN SRITI CAVE

Jalan-jalan ke Yogyakarta, Bisa ke Banyak Tempat !

DI Yogyakarta adalah salah satu destinasi favorit turis lokal dan mancanegara. Mulai dari destinasi bersejarah seperti Keraton, Taman Sari, sampai alam dengan Gua Pindul. Banyak tempat yang bisa didatangi di Yogyakarta!

Pertama kali saya ke kota yang terkenal dengan julukan “Kota Gudeg”, sekitar jaman SMP itupun bersama keluarga. Ini yang kedua kalinya. Sekarang bareng travelmate saya, Novitha Sari. Sudah lama kita merencanakan untuk traveling keliling Jogja dan baru terwujud pada hari Sabtu, 4 Februari 2014. Namanya backpacker, kita berangkat dengan kerata api kelas ekonomi pada pukul 19.35 WIB. Bermodalkan niat, nekat, dan peta kita pun berangkat. LET’S GET LOST ………….

Pertama kali dalam hidup saya, traveling bareng travelmate. Tiba di Jogja subuh pada pukul 04.30. Setibanya di sana, kita tak tahu harus ke mana. Yang biasanya pergi bareng keluarga, duduk tenang dalam mobil, dan akhirnya sampai. Beda halnya dengan trip kali ini yang hanya berdua saja. Kita duduk sejenak untuk berpikir sambil melihat peta. Keluar dari stasiun Malioboro, tempat pertama yang kita tuju adalah minimarket untuk membeli roti sebagai menu sarapan dan sekaligus bertanya pada kasir mengenai tempat penginapan yang terdekat di sekitar sini. Kasir pun menunjukkan rutenya. Akhirnya kita pun pergi. Tak lama berjalan, kita pun kebingungan lagi tak tahu dimana tempat penginapannya. Untungnya kita dibantu sama seorang Bapak yang ditemui di jalan untuk menunjukkan tempat penginapan yang deket dan pastinya murah. Penginapan di Malioboro bervariasi mulai dari Rp50.000 – Rp200.000. Kita memutuskan untuk pilih harga yang murah Rp80.000/malam, maklum namanya juga backpacker dan mahasiswa. Selama 4 hari 3 malam kita menghabiskan waktu di Jogja.

Destinasi utama yang kita tuju yaitu wisata alam, Goa. Hari pertama, walaupun kita jalan agak siang karena kecapean dalam perjalanan, destinasi untuk H-1 menuju Museum Affandi. Museum Affandi dapat ditempuh dengan menggunakan bus “Trans Jogja” dengan harga tiket Rp3.000/sekali jalan. Harga tiket masuk Museum Affandi relatif terjangkau yaitu sebesar Rp30.000/orang sudah termasuk biaya izin foto dan free softdrink. Museum Affandi merupakan museum yang berisi karya keluarga Pak Affandi semasa hidupnya, mulai dari lukisan, mobil, sepeda ontel, dan sebagainya. Museum ini terdiri dari 4 galeri.

Museum Affandi
Figur Affandi
Museum Affandi
Lukisan Karya Affandi (1)
Museum Affandi
Lukisan Karya Affandi (2)
Museum Affandi
Mobil dan Sepeda Ontel Peninggalan Affandi

Setelah dari Museum, perjalanan dilanjutkan menuju Museum Vrederburg. Harga tiket masuk museum hanya Rp5.000/orang. Museum Vrederburg berisi miniatur tokoh yang menceritakan kisah pada jaman dahulu. Lokasinya di sekitaran Malioboro dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki bagi yang sudah terbiasa ataupun dengan kendaraan lain (delman, becak, atau bus Trans Jogja).

Benteng Vrederburg
Gerbang Masuk Benteng Vrederburg
Benteng Vrederburg
Sepenggal Kisah Tentang Jogja
Me and Jendral Soedirman
Patung Jendral Soedirman (kiri)

 Dari Vrederburg, kita lanjutkan dengan berkeliling Malioboro untuk mencicipi kuliner khas Jogja. Gudeg, mercon, dan kopi joss yang terkenal. Hingga malam hari kita menikmati suasana Jogja di daerah Malioboro. Angkringan sangat bersahabat dengan kantong kita. Makan nasi kucing, sate, dan minum kopi joss mantap !

Angkringan joss
Angkringan Joss
Kopi Joss
Kopi Joss

Kopi joss merupakan kopi hitam dicampur dengan susu kental putih dan ditambahkan arang panas ke dalamnya, josss banget rasanya. Setelah dari angkringan, kita pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Hari ke-2, hari yang ditunggu-tunggu. Yak apalagi kalau bukan wisata alam ke Goa. Untuk menuju goa yang terletak di daerah Wonosari, Gunung Kidul, Jogjakarta tidak dapat ditempuh dengan menggunakan delman atau berjalan loh. Tapi silahkan yang mau berjalan monggo. Yang kita dan kalian ketahui kota Jogja ini jarang banget yang namanya angkot, ada juga becak, delman, ataupun bus trans Jogja. Akhirnya kita pun memilih menggunakan motor rental. Harga sewa motor di Jogja sedikit lebih mahal sepertinya dibandingkan di Bogor (Walaupun saya belum pernah nyewa motor di Bogor) yaitu Rp70.000/hari. Sebelum kita berangkat, ada sedikit pembagian tugas dahulu antara saya dan travelmate. Saya sebagai pengendara dan dia sebagai petunjuk jalan dengan mengandalkan GPS pada iPad. BERANGKATTTT !!! Jarak tempuh dari Malioboro ke tempat tujuan +/- 1,5 jam, capek juga saya sebagai pengendara huff. Selama ¾ perjalanan yang sudah terlewati, kita hanya melihat spanduk bertuliskan goa pindul tanpa adanya rute yang jelas menuju tempat tersebut. Terus dan terus melaju, saya dan travelmate melihat 2 orang Bapak di pinggiran sambil membawa brosur wisata goa dan papan goa pindul di belakangnya. Akhirnya saya berhenti dan bertanya kepada si Bapak rute menuju goa. Kedua Bapak tersebut memandu kita menuju goa pindul. Perjalanan jauh harus ditempuh untuk bisa menikmati dan merasakan suasana goa. Demi goa apapun kulakukan. Let’s go…… dan pada akhirnya kita pun sampai. Tak lupa kita ucapkan terima kasih kepada kedua Bapak yang telah memandu dan tak lupa kita beri sedikit upah kepada mereka atas jasanya. Setelah itu, kita pun menuju loket pembayaran. Biaya yang kita keluarkan untuk ke Goa Pindul, Goa Sriti, dan rafting Sungai Oya Rp125.000/orang (paket) dengan panjang trayek 3 km, harga sudah termasuk potongan Rp5.000 dengan menunjukkan kartu pelajar, lumayan. Harga masuk ke goa ada yang paket dan tidak serta bervariasi tergantung dari panjang trayek yaitu 1,5 km, 3 km, dan 5 km.

Setelah membayar biaya administrasi, barang bawaan dititipkan dahulu sebelum menuju goa. Sebelum menuju goa, perlengkapan untuk keselamatan harus dipakai yaitu sepatu dan life jacket. Saya dan travelmate dipandu oleh seorang Bapak (lupa namanya). Kita pun siap. Sebuah mobil bak terbuka membawa kita menuju goa pindul yee yee la la la HAHAHA. Hanya 5 menit kita pun sampai di goa pindul. Bertambah 1 pemandu lagi sesosok mas-mas (lupa namanya) yang memandu kita. Si Bapak yang memegang kamera dan si mas-mas yang menjaga kita selama di goa. Sebelum memasuki goa, tak lupa kita berdoa. Memasuki goa pindul, harus menggunakan ban karet selama penelusuran. Selama di dalam goa, mas-nya menceritakan mengenai goa pindul ini. Lucunya di dalam goa, ada sebuah batu besar stalakmit yang dinamakan, Batu Perkasa. Bentuknya seperti alat kelamin laki-laki readers ada-ada aja. Pertama masuk goa tercengang, oh begini ya goa, gelap, horror, banyak batuan, banyak kelelawar menempel di langit goa. Di dalam goa, kita disuruh oleh si pemandu mas-mas untuk mencoba melompat dari atas bebatuan  yang tingginya kurang lebih 5 m. Awalnya saya tidak berani, tapi sok-sok’an travelmate saya ini padahal dia juga ga berani tuh woooo. Kata travelmate saya ; ‘kapan lagi lompat, nyesel loh kalo ga lompat’. Huuuhhh bikin gara-gara aja ini anak. Akhirnya saya memberanikan diri melompat pertama dengan hati deg-deg kan dan disusul oleh travelmate. Setelah lompat, rasa deg-deg kan pun hilang dan ingin mencoba lagi (dalam hati), tapi ngantri pada saat itu. Selama +/- 45 menit kita menyusuri goa pindul.

Welcome !
Gerbang Masuk Goa Pindul
Sunhine into the deep
Lubang Cahaya Goa Pindul
Cave
Suasana dalam Goa Pindul
Let's Jump !
Siap, Lompat !

Selanjutnya menuju goa sriti. Di goa ini kita hanya berjalan tanpa harus menggunakan ban karet untuk menyusuri goa, hanya bermodalkan helm, life jacket, dan senter di kepala. Sama seperti goa sebelumnya, gelap dan horror. Akan tetapi menurut saya lebih enak di goa pindul dibanding goa sriti. Mungkin, karena saya lebih menyukai suasana air dan lebih luas tentunya. Kita menghabiskan waktu di Goa Sriti lebih singkat dibanding Goa Pindul sebelumnya +/- 30 menit.

Cave
Hello !
Step Down
Memasuki Goa Sriti
Cave
Mandi Cahaya

Destinasi terakhir yaitu rafting Sungai Oya dengan trek sepanjang 3 km. Biasanya rafting itu pake perahu karet, tapi yang ini tidak melainkan pakai ban karet, aneh sih. Aliran sungai disini tidaklah terlalu deras biasa saja jadi tidak begitu greget.

Rafting
Rafting Tak Ekstrim
Oya River
Ada Air Terjun Kecil di Sungai Oya
Stand Up !
Stand Up !

Usai wisata alam, kita pun bilas dan berganti pakaian. Selanjutnya kita kembali pulang menuju penginapan.

Selama perjalanan pulang menuju penginapan, di perjalanan kita dilanda rasa lapar. Kita pun berhenti di tempat makan yaitu pecel ayam. Setelah makan, kita melanjutkan perjalanan. Selama di perjalanan kita melihat kedai Sate Kuda dan akhirnya kita berhenti untuk mencicipi makanan ini. Pertama kalinya saya dan travelmate mencicipi yang namanya sate kuda. Bagi yang bersifat karnivora (suka daging) kayak saya, sate kuda ini rasanya hemm enak lezatos mirip sate sapi. Tapi buat travelmate saya katanya dagingnya keras. Ah memang dasar dia nenek-nenek (sebutan saya ke dia) HAHAHA. Harga sate kuda Rp17.000/porsi. Usai makan, kita melanjutkan perjalanan. Sesampainya di Malioboro sore hari dan kita seperti biasa kulineran (lagi). Makanan yang saya suka, mercon, duuhh pedesnya bikin ke hati. Usai maghrib kita pun pulang ke penginapan sambil mengembalikan motor sewaan dan beristirahat.

Hari ke-3, walaupun agak siangan kita jalan-jalan, saatnya mengunjungi, Situs Taman Sari. Sebelum ke situs, tak lupa kita makan terlebih dahulu. Berhubung menu utama yang paling banyak dijual, Gudeg, akhirnya kita makan gudeg. Harga gudeg relatif terjangkau Rp15.000 per porsi. Oke, setelah makan kita berangkat. Untuk menuju situs, dari Malioboro tempat penginapan kita bisa menggunakan becak dengan biaya Rp20.000 (bisa nego). Biaya masuk situs Taman Sari hanya dengan Rp4.000/orang kita sudah bisa menikmati seisinya dan berfoto. Taman Sari merupakan tempat pemandian Raja. Selain itu, kita dimanjakan dengan artistik bangunan yang indah pada pintu masuk maupun di bagian dalamnya. Taman sesuai namanya berarti asri dong dan memang terbukti asri dan bersih. Ada juga bangunan masjid bawah tanahnya readers, kereenn!! Di sana tempat foto yang tidak kalah bagus juga. Seringkali tempat tersebut dijadikan foto prewed.

Entrance
Gerbang Masuk Situs Taman Saru

Taman Sari

Taman Sari
Kolam Pemandian Raja
Taman Sari
Masjid Bawah Tanah

Setelah menghabiskan waktu di situs, jepret sana sini, selanjutnya kita berkeliling Alkid (alun-alun kidul) dengan menggunakan becak dengan biaya Rp15.000 (bisa nego). Kita pergi ke alkid timur dan utara. Saat itu masih kurang begitu ramai, maklum kita jalan-jalannya agak sore. Alkid baru ramai ketika malam hari. Di Alkid utara, terdapat pohon beringin besar, yang konon katanya jika seseorang berjalan dengan mata tertutup melewati pohon tersebut apapun permohonannya akan tercapai. Itu kata yang sudah-sudah percaya ga percaya.

Alun-alun
Alun-alun Kidul

Dari alkid (masih menggunakan becak yang sama) kita menuju tempat oleh-oleh. Apalagi kalau bukan Bakpia. Setelah membeli oleh-oleh, kita habiskan waktu berjalan sambil berbelanja oleh-oleh di Malioboro. Tak kalah penting, kita nongkrong di Mall Malioboro HAHAHA norak (karena saat itu kondisi hujan). Menjelang maghrib, kita beranjak ke angkringan untuk makan. Seperti biasa, nasi kucing, sate, dan minumnya kopi joss. Setelah perut kenyang, kita pun kembali ke penginapan untuk packing persiapan kepulangan besok dan istirahat.

Hari ke-4 kita bersiap-siap pulang menuju Bogor. Pemberangkatan kereta pagi dan tiba di Bogor sore hari.

9 pemikiran pada “Jalan-jalan ke Yogyakarta, Bisa ke Banyak Tempat !

  1. Ahhhh, museum afandi tepat di depan kosku haaaa, Wisata kota kurang foto di KM NOLnya mbak sama di Alkid heee. Kalau goa Pindul dan Sriti udah sip deh, ada lagi goa yang masih jos namanya Goa Jomblang, atau Caving di Kalisuci🙂

    Jogja masih banyak lagi deh tempat-tempat indahnya🙂

    1. Alkid cuma foto lapangannya, titik 0 km saat itu lagi rame. Memang Jogja kalo ditelusurinya lebih dalam masih banyak tempat yang bagus, sayang kemarin belum sempat ke goa jomblang dan kali suci😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s