Diary Monokurobo

Buku Kecil, Diary Monokuroboo

“Cung, adakah di antara kalian pernah menuliskan kehidupan semasa dulu dalam sebuah buku kecil bernama diary ?” dari sekian banyak orang mungkin di antara kalian pernah punya buku kecil tersebut, termasuk saya.

“HELLO hari gini tahun 2015 masih nulis buku diary dasar anak alay hahaha”, kalimat tersebut mungkin pernah keluar dari mulut kawan anda.

Well, memang sih terdengarnya alay. Berarti bisa jadi saya jaman dulu termasuk golongan orang alay (*garuk-garuk kepala). Pernah dengar kalimat ini “Alay adalah proses menuju dewasa, remaja-alay-dewasa“. Dulu saya memang punya buku diary tapi secara gak sengaja.

“Kok bisa sih gak sengaja ?”

Ya bisa, karena waktu itu adalah tuntutan profesi yang harus dikerjakan. Waktu SMA tepatnya kelas X guru Bahasa Indonesia yang biasa dipanggil dengan sebutan bunda memberikan tugas kepada siswanya untuk menulis diary tentang kegiatan yang dilakukan baik di sekolah ataupun di rumah. Dan seminggu sekali buku diary di kumpulkan untuk dibaca (beberapa) dan di paraf. Tugas tersebut berlangsung selama kurun waktu 3 bulan (*kalo gak salah).

Semalem saya menemukan buku diary di tumpukan buku dalam lemari, tetapi hanya 1 buku. Buku khusus diary ya, bukan buku tulis. Saya habiskan 2 buku khusus untuk menulis diary dan entahlah yang 1 lagi kemana. Ketika membaca, memori ingatan saya kembali membayangkan kejadian semasa SMA dulu. Oh dulu saya pernah begini toh (*senyum-senyum sendiri).

Umumnya tulisan diary saya menceritakan kegiatan di sekolah. Memang benar apa kata orang, jaman SMA itu paling berkesan dalam memori ingatan.

3 pemikiran pada “Buku Kecil, Diary Monokuroboo

  1. Saya dulu termasuk yang sok nggak alay, padahal kalo dipikir-pikir, seandainya punya diary, tiap hari ada satu entri pendek aja (atau sekadar poin-poin), kita bener-bener tau hidup dan diri kita. Gak ada yang namanya salah inget. Katanya kan life can only be understood backwards😀

  2. Setuju!
    Masa-masa paling indah adalah masa-masa SMA.
    Tapi sayang saya tidak punya buku kenangan seperti itu jadi kenangan SMA hanya sebatas dalam ingatan :huhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s