Kolam Teratai

Menyinggahi Beberapa Kawasan di Malang

Jarum jam menunjukkan pukul 7.30 WIB, saya tiba di stasiun Malang. Lelah (*pasti) sebab 16 jam lebih saya habiskan dengan duduk membuat bokong tepos, kaki pegal, muka bantal, dan awut-awutan. Keluar dari stasiun, langkah kaki saya sempat terhenti untuk melihat sekeliling. Mata saya terpaku pada sebuah (pembatas jalan) taman yang tepat di seberang stasiun. Seketika itu, rasa lelah pun hilang melihat sajian warna hijau di depan mata dan tak sabar untuk menyusuri kawasan ini.

Taman (pembatas) Sebrang Stasiun
Taman (pembatas) Sebrang Stasiun

Perlahan saya menyambangi taman tersebut dengan semangat 45 yang menggebu. Taman yang bersih dan tertata rapi, elok dipandang. Penempatan yang pas. Tidak jauh dari taman yang saya sambangi, di samping kiri terdapat ‘Taman Bentoel Trunojoyo’ persembahan Bentoel Group untuk Kota Malang. Patung singa gagah berdiri sebagai icon di kawasan Taman Bentoel. Lagi-lagi penempatan yang pas.

Icon Taman Bentoel Trunojoyo
Icon Taman Bentoel Trunojoyo
Abaikan bawaan saya
Abaikan (tentengan) saya

Setelah singgah di taman yang cantik, saatnya mengisi BBM (Bahan Bakar Manusia) = makan. Tepat di belakang Taman Bentoel, ada banyak tempat kuliner yang berjejer menyajikan berbagai menu mulai dari lontong sayur, bubur ayam, soto, bakso, nasi pecel, nasi goreng dan lain-lain (*lengkap tinggal pilih). Sambil makan saya memikirkan tujuan penyinggahan selanjutnya.

Alun-alun Kota Malang adalah tujuan penyinggahan selanjutnya. Tak jauh dari taman ± 100 m dengan menyusuri jalan (*itung-itung jalan sehat) menuju alun-alun. Letaknya persis di depan Balaikota Malang. Berbagai tanaman, daun dan bunga terhampar bebas di halaman alun-alun ditambah adanya kolam yang penuh dengan daun teratai menambah keindahan tempat ini. Tugu Malang sebagai icon Kota Malang yang tidak boleh terlewatkan dalam list itinerary saat mengunjungi Kota Malang.

Alun-alun Kota Malang
Alun-alun Kota Malang
Kolam Teratai
Kolam Teratai

Matahari kian bersolek, hari semakin panas. Saat-saat panas seperti ini sehabis menikmati suasana di alun-alun enaknya makan es krim. Kaki pun melangkah menuju tempat es krim yang terkenal yaitu ‘Toko Oen’ dibaca ‘Un”. Tidak jauh dari alun-alun, menuju Toko Oen dapat ditempuh dengan berjalan kaki ± 200 m atau dengan menggunakan angkutan jurusan AG (*bilang saja ke sopirnya Toko Un) dengan tarif 3 ribu rupiah.

Toke Oen dibaca Un
Toke Oen (dibaca) Un
Tutty Fruitti (left) & Oen Special (right)
Tutty Fruitti (left) & Oen Special (right)
Suasana Oen (tempo dulu)
Suasana Oen

Istirahat sambil menikmati es krim dengan suasana tempo dulu. Es krim tutty fruity dan oen special pesanan saya. Harga mulai dari 15 ribu rupiah sudah bisa menikmati es krim yang terkenal ini. Toko oen tidak hanya berada di Malang, di Semarang pun ada (*kembarannya). Dari toko oen, saya beranjak move on ke Masjid Tiban Turen yang konon katanya dibangun oleh tentara jin. “Percaya ?” nih.

13 pemikiran pada “Menyinggahi Beberapa Kawasan di Malang

  1. Paling suka saat berada di Tugu Bunder pagi hari dan langit cerah (biru) dan bunganya mekar. Salam ngalam!🙂

  2. Melipir sedikit dari stasiun dan kesan yang didapatkan sudah sebagus ini. Pemandangan bagus, teratai indah, kuliner yang bikin kenyang.
    Malang bukan sebuah kota yang bisa dilewatkan begitu saja.
    Saya suka es krim! (sekadar informasi kok Mbak :hehe).

      1. Sip, well noted. Nanti saya mau mampir ah kalau ada kesempatan ke Malang :hehe. Terima kasih ya Mbak buat rekomendasinya🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s