Atraksi Kampoeng Setan (bersebalahan dengan ketan legenda)

Jejaki Wisata Malam di Kota Batu

Persinggahan saya di Malang yang telah dibahas pada post sebelumnya, dilanjutkan menuju Kota Batu. Batu adalah kota berhawa sejuk yang menyajikan aneka wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Batu, tanpa berkunjung ke alun-alun dan menikmati beragam kulinernya.

Selama dua malam saya habiskan waktu di Batu. Malam pertama, saya dan kawan seperjalanan mencicipi kuliner di sekitar penginapan. Penginapan saya tepat berada di depan BNS. Jadi, jika saya ingin ke BNS cukup dengan melangkah. Dinner untuk malam pertama ini yakni sate kelinci yang cukup banyak dijual. Ini pertama kalinya saya mencoba sate kelinci. Sate yang tidak begitu banyak dijual dan sedikit tidak lazim seperti sate kuda yang pernah saya cicipi di Yogyakarta pada beberapa waktu yang lalu. Untuk 1 porsi sate kelinci dihargai sebesar Rp20.000 dan ditemani dengan segelas es capucino (*komposisi yang pas). Jika ada pertanyaan, “apa bedanya sate kelinci, sate kuda dengan sate lain apa ?” maka saya akan menjawab, “daging yang digunakan pada satenya”. Sate kelinci memiliki tekstur serupa dengan sate ayam lembut dan agak kenyal. Sate kuda serupa dengan sate sapi memiliki tekstur padat dan kompak. Usai menyantap sate (masih di kawasan yang sama), saatnya move on ke rumah sosis. Harga untuk 1 pcs sosis jumbo sebesar Rp10.000 dengan varian toping berbeda-beda sesuai selera. Sekali santap juga kenyang (*untuk ukuran wanita non kuli dan tidak kelaperan).

Sate Kelinci + Capucino
Sate Kelinci + Capucino
Sosis Bakar Varian Toping
Sosis Bakar Varian Toping

Malam kedua, saya menjejaki kaki di puncak paralayang untuk menikmati suasana malam Kota Batu dari ketinggian dengan gemerlap cahaya lampu yang menghiasi sudut Kota. Setelah dari paralayang saya move on menuju alun-alun. Jika kamu berpergian ke daerah mana pun, jangan lupa masukan daftar list alun-alun dalam itinerary dan sempatkan waktu untuk berkunjung. Alun-alun ibaratkan jantung atau pusat segala aktivitas masyarakat pada suatu daerah.

Mark Alun-alun Kota Batu

Wisata Malam Batu
Mark Alun-alun Kota Batu

Selama perjalanan, saya menikmati sejuknya angin malam meskipun angin malam itu tidak baik (*tapi jangan sering). Dalam perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, saya bersama guide yang sekaligus kawan dalam dunia perkuliahan ‘Suwindyastuti’ saling berinteraksi mengenai tempat makan apa yang enak di sini. Dia pun memberikan opsi jawaban, “mau makan besar atau nyemil ?” kalau nyemil ada kafe, bakso gulung, mie ceker, ketan legenda, dan masih banyak lagi. “Mau yang mana ?” tanya dia. Saya pun menjawab, “nyemil-nyemil aja sul (*panggilan akrab) sedikit tapi kenyang”

Akhirnya kita menuju kafe, ‘Oemah Kitir’ yang mengingatkan saya pada oemah pohon. Tempatnya cozy, enak buat kongkow apalagi sambil main poker (mainan saya jaman kuliah). Sayang kartunya di penginapan. Usai kongkow sehabis nyemil cantik, kita move on ke alun-alun. Rame euy (weekend !). Saya pun menyusuri alun-alun dengan HP di tangan yang hampir lowbat untuk mengabadikan momen ini. Alun-alun di Kota Batu dilengkapi dengan wahana bianglala. Pengunjung dapat menaiki wahana berbayar ini dan bisa menikmati pemandangan di sekeliling Kota Batu.

Bianglala Kota Batu
Bianglala Kota Batu
Hidangan Kafe Omah Kitir
Hidangan Kafe Omah Kitir

Jika kamu dilanda rasa lapar usai bermain di akun-alun tidak usah khawatir. Sebab, tidak jauh dari alun-alun terdapat deretan kuliner yang ngehits salah satunya ‘Ketan Legenda’. Saya jadi tak sabar untuk mencicipi seperti apa rasanya ketan ini. Sekitar 15 menit menunggu (karena ramai) akhirnya datang juga pesanan kami. Aroma ketan dan topingnya menggoyang lidah saya (*kebayang dong). Pendapat saya, dinamakan ketan legenda mungkin pesona dan sensasi toping yang bervarian. Mantap tenan…

Ketan Legenda
Ketan Legenda
Atraksi Kampoeng Setan (bersebalahan dengan ketan legenda)
Atraksi Kampoeng Setan (bersebalahan dengan ketan legenda)

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.45 WIB, saya dan kawan bergegas pulang ke penginapan untuk beristirahat dan keesokannya move on kembali ke tempat yang berbeda. Salam move on !

4 pemikiran pada “Jejaki Wisata Malam di Kota Batu

  1. Keren nih Batu! Saya izin ya Mbak, rekomendasikan buat teman yang mau berkunjung ke sana, hehe. Kuliner Batu memang maknyuss maknyuss :hihi. Fotonya malah tambah bikin ngiler, itu ketan legenda sama sosis bakar (secara saya doyan sosis :haha).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s