Candi Gedong Songo

Berkuda Mengelilingi Candi Gedong Songo

Hijau, sejuk dan jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota ditambah dengan suguhan pemandangan indah yang dikelilingi oleh pepohonan hijau, “siapa yang tidak menginginkanya?” mungkin diantara kalian ingin merasakan suasana seperti yang saya deskripsikan. Agak sulit memang menemukan tempat tersebut di Ibu Kota yang padat dengan bangunan pencakar langit di sepanjang jalan. Mendapatkan suasana yang diinginkan terkadang tidaklah mudah. Kita harus menempuh perjalanan yang jauh dan itulah yang saya alami.

Candi Gedong Songo adalah destinasi yang saya tuju untuk bisa menikmati suasana hijau, sejuk, dan jauh dari hiruk pikuk Ibu Kota. Objek wisata Candi Gedong Songo terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang-Jawa Tengah. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Sebab berdasarkan penglihatan saya, tidak ada angkutan umum yang memiliki rute ke Candi Gedong Songo (bisa ditanyakan langsung pada warga Semarang). Jarak tempuh yang terbilang cukup jauh hingga memakan waktu ± 1 jam. Hal ini bukan masalah bagi saya. Saya rela berkorban waktu demi bisa menikmati pemandangan indah di sekeliling Candi Gedong Songo.

Gerbang Masuk Candi Gedong Songo
Gerbang Masuk Candi Gedong Songo
Tarif Wisata Kuda Candi Gedong Songo
Tarif Wisata Kuda Candi Gedong Songo

Harga tiket masuk Candi Gedong Songo Rp6000 (weekday), Rp7.500 (weekend) dan Rp50.000 (turis mancanegara) baik dewasa maupun anak kecil. Objek wisata Candi Gedong Songo memiliki 9 candi dimana jarak antara satu candi dengan candi lainya cukup jauh. Tidak usah khawatir kelelahan bagi para pengunjung, ada kuda yang disediakan untuk tour mengelilingi candi-candi tersebut dengan harga sewa bervariasi tergantung paket yang diambil. Saya sarankan bagi kamu yang ingin berkunjung, menunggang kuda adalah saran yang baik. Bayangkan untuk bisa mengelilingi semua candi kamu harus berjalan dengan jalanan yang menanjak sejauh ± 4 km (*kata joki kuda). Jujur kalo saya tidak sanggup, bisa-bisa saya pingsan dijalan. Hitung-hitung berbagi rezeki dengan warga sekitar tidak ada salahnya (*toh jarang-jarang kemari).

Lagi-lagi ini adalah pengalaman pertama saya menunggang kuda (*serius). Awalnya yang saya takutkan yaitu terjatuh dari kuda karena kudanya khawatir beringas dan liar. Ternyata ketakutan saya teratasi dengan didampingi oleh sang joki dan kudanya pun jinak tidak seperti yang saya bayangkan. Kuda-kuda disini semuanya kuda betina, jadi pengunjung tidak usah khawatir seperti saya. Kata joki dengan kuda yang saya tumpangi bernama “Inem” dan kawanan kuda lainnya, tidak ada kuda jantan sebab yang jantan susah diurus (ndamblek kalo kata orang Jawa).

Berkuda Mengelilingi Candi Gedong Songo
Berkuda Mengelilingi Candi Gedong Songo
Jalanan Menanjak
Jalanan Menanjak
Candi Gedong Songo
Candi Gedong V

Selama ± 1 jam saya dibawa mengelilingi 9 candi yang ada di objek wisata Candi Gedong Songo. Udara sejuk yang menyelimuti kulit, pemandangan indah bukit dan pepohonan yang terbentang bebas memanjakan indera visual saya. Tidak lupa saya pun mengabadikan suasana yang jarang ditemui ini. Tidak hanya Candi yang saya jumpai, ada pula tempat pemandian air panas dan belerang yang masih aktif. Pertama kali juga saya melihat belerang aktif secara langsung dan dengan jarak yang dekat. Bau belerang seperti bau kentut. Sebab belerang mengandung senyawa kimia H₂S (Hidrogen Sulfida).

Candi Gedong Songo
Tampak Kabut Sedang Turun

Candi Gedong Songo

Belerang yang Masih Aktif
Belerang yang Masih Aktif

Usai 1 jam mengelilingi Candi dengan menunggangi si Inem, membuat bokong saya sakit karena bantalan pelana yang keras. Ini menjadi kesan pertama saya menungga kuda.

16 pemikiran pada “Berkuda Mengelilingi Candi Gedong Songo

  1. Aku ke candi Gedong Songo malah sembari lari-lari kecil #lha
    Soalnya tempatnya cocok banget dan cukup indah buat latihan sebelum naik gunung beneran. Jadi pas buat jalan, lari, moto gitu2 sampai candi paling atas. Sayang gak bawa kain panjang, padahal niat pose2 ala putri gitu.

    Terus…
    Belum ditulis….😥

    1. Wah kak indri cewek tangguh, sanggup berkeliling candi dengan berjalan dan lari-lari kecil pula haha. Kalo aku, boro-boro lari jalan aja udah ngos-ngosan. Foto sambil bawa selendang (*ala india-indiaan). Penggemar Bollywood ya kak wkwkwk. Terima kasih juga sudah mampir :3

      1. nggak bollywood sih, cuma terinspirasi film Rayya, filmnya Titi Sjuman dan Tio Pakusadewo, shootingnya di sini.
        iya, dulu emang lari-larian dalam rangka latihan, sih.

  2. Dulu waktu ke Gedong Songo tidak naik kuda, jadi saya dan teman jalan kaki, terus kecapekan dan kita cuma bisa sampai Candi Gedong III :haha. Lain kali kalau ke sana mesti deh, supaya bisa ke semua candinya :hehe.
    Perjalanan ke Gedong Songo adalah salah satu perjalanan pertama yang bisa saya abadikan di blog ini :hihi. Bagus memang kompleks candi itu!

    1. Iyess gar lain kali kalo ke sana lagi mending nunggang kuda. Kalo jalan ya ampun gak kebayang bisa tepar di jalan. Btw kalo aku lebih dominan sama pemandangan di sekeliling Candi yang bagus😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s