Jejeran Perahu Motor yang Siap Membawa Pengunjung Berkeliling Rawa Pening

Pesona Bukit Cinta Rawa Pening

“Pernahkah kamu mendengar objek wisata Bukit Cinta Rawa Pening ?” saya rasa kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang pernah mendengar, membaca, bahkan berkunjung kesini. Terlebih untuk warga Semarang yang sudah tidak asing lagi dengan objek wisata yang satu ini.

Bukit Cinta Rawa Pening terletak di Desa Rowo Boni Ungaran, Semarang-Jawa Tengah. Pengunjung dapat menikmati indahnya Rawa Pening dengan hamparan tanaman eceng gondok yang tumbuh di sekitar rawa merupakan pesona tempat ini. Harga tiket masuk Rawa Pening sebesar Rp3.000/orang (*kalo tidak salah, lupa-lupa ingat). Jejeran perahu motor yang tersedia, siap untuk mengangkut wisatawan yang ingin menyusuri Rawa Pening. Tarif perahu motor yang ditawarkan bervariasi diantaranya pesiar (keliling) Rp60.000/orang/30menit (min 6 orang), tabur bunga Rp60.000/orang, larungan Rp100.000 dan foto atau video shoot Rp120.000/jam .

Disambut oleh Buaya yang Menganga
Disambut oleh Buaya yang Menganga ( loket)

Dermaga Perahu Motor
Dermaga Perahu Motor

Mungkin di benak anda bertanya-tanya, “kenapa namanya Bukit Cinta Rawa Pening ? kenapa bukan Rawa Pening (tok)”. Inilah yang menjadi pertanyaan saya juga. Berdasarkan informasi yang saya dapat, dinamakan Bukit Cinta Rawa Pening karena di sekeliling rawa terlihat adanya Bukit Brawijaya (yang dikenal dengan Bukit Cinta) dan pening menurut saya berasal dari tanaman eceng gondok yang banyak tumbuh di sekitar rawa membuat pening karena tanaman tersebut berperan dalam pendangkalan perairan. Oleh sebab itu, warga sekitar memanfaatkannya sebagai kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok yang menjadi bagian dari salah satu mata pencaharian (*itu pendapat saya, jika salah mohon diralat).

Hamparan Eceng Gondok
Hamparan Eceng Gondok

Rawa Pening

Memasuki tempat ini, saya melihat ada sebuah pondok kecil yang bertuliskan ‘Petilasan Ki Godho Pameling’ tampak ada sesaji yang tergeletak disini. Ternyata dulunya, Rawa Pening ini adalah tempat petilasan. Bukit Cinta Rawa Pening juga dilengkapi dengan taman bermain serta tempat parkir yang memadai. Pengunjung dapat melakukan aktivitas memancing di sekitar Rawa Pening. Kawasan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai olahraga air misalnya dayung, ski air, ataupun parasailing.

Petilasan Ki Godho Pameling
Petilasan Ki Godho Pameling

 

 

7 pemikiran pada “Pesona Bukit Cinta Rawa Pening

  1. Aku kurang tau gar soalnya aku liat pada papan yang ada di dermaganya dan juga gak sempat bertanya pada orang setempat hehe. Menurutku tabur bunga dan larungan dilakukan di danau rawa peningnya untuk menghormati penghuni danau yang konon rawa pening terbentuk karena sejarah legenda Baru Klinting.

  2. Masuk ke dalam mulut buaya untuk membeli tiket. Alamak, kreativitasnya sungguh terlalu :hehe.
    Itu tabur bunga yang dilakukan itu tabur bunga di mana, Mbak? Memangnya di sana ada pemakaman? Atau tabur bunganya di petilasan? Nah lo ada larungan juga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s